Pov
Selama hidup hampir 22 tahun aku hanya dua kali dekat dengan pria untuk menjadi pasangan kekasih aku lupa rasa itu seperti apa yang terpenting jatuh cinta saat itu menyenangkan.
Aku sangat berterimakasih kepada seseorang yang menjadi cinta pertamaku saat itu dia yang mengenalkanku tentang cinta, tentang gombalan recehnya, tentang aku yang tersipu malu, tentang aku yang semangat saat ke sekolah, tentang aku yang melanggar peraturan rumah tapi maaf cerita kita harus kandas.
Selanjutnya aku menemukan pria baik dikampusku kita satu fakultas dan satu jurusan dia yang mengobati luka hati ku yang menganga dengan segala perhatian yang ia berikan luka tersebut sedikit demi sedikit terobati. Namun sekali lagi luka tersebut memar kembali bahkan kali ini luka tersebut semakin parah.
Dan akhirnya aku memutuskan sendiri menjadi diri ku seperti semula yang penuh antusias dan energik aku ingin sukses, sukses yang sesuai defenisi yang aku buat sendiri. Aku belajar banyak hal, membangun hubungan dengan banyak orang, berkarya, berkelana dan hidupku pun berubah aura positiv nya memancar aku sangat mencintai diriku saat teman-teman seusiaku sudah menikah dan bahkan memaksa untuk menikah aku masih dengan pikiraku yang belum tertarik untuk menikah.
Begitu banyak laki-laki yang mendekatiku tapi aku merasa mereka tidak tulus atau aku yang masih terbayag tentang masa lalu? Aku bisa membangun hubungan relasi tapi tak bisa membangun relasi percintaan ku sendiri dan pada akhirnya aku memutuskan main app dating dan aku menemukan dia sosok laki-laki yang tidak bisa aku defenisikan aku menyukainya aku menyayanginya tapi aku takut apakah ini rasa yang terlalu menifestasi atau kebohongan yang aku ciptakan sendiri?
Aku juga sering bertanya tanya kepada diri ku sendiri mengapa bisa aku mencintainya? Tapi aku tak kunjung menemukan jawabannya karena bagiku aku menyayanginya dan aku tak butuh alasan. Memang aneh aku mencintai seseorang yang aku sendiri tidak mengenalinya tapi aku bisa menangis karenanya, aku mencintainya tapi aku tak pernah bisa mengapainya, ya dia misterius semisterius planet pluto yang nun jauh disana.
Aku sering memanggil nya abang percayalah bang nada suara ku saat memanggil mu hanya kau yang memilikinya terimkasih telah menjadi tuan di kehaluanku terimakasih di pertemuan pertama kita jujur saja aku yang tidak pernah grogi sebelumnya setelah melihatmu aku bahka tidak bisa menetralkan detak jantungku terimakasih es krim yang kau berikan aku masih hapal merek nya hehe. Bang aku pernah menangis karenamu aku pernah bingung dengan suasana hatiku.
Aku tau kau telah melakukan sesuatu yang tidak wajar tapi mengapa kepala ku selalu terus memikirkanmu seharusnya aku kecewa seharus nya aku menghilang seharusnya aku tidak mengenalmu lagi seharusnya aku tidak menhubungimu lagi begitu banyak kata seharusnya yang aku langgar begitu saja bahkan hingga saat ini aku masih mengejarmu walaupun aku tau yang ku kejar hanyalah kesiasiaan.
Aku juga ingin tahu bagaimana cerita dari sudut pandangmu tapi aku ini siapa haha hanya figuran yang tak sengaja singgah didalam ceritamu.
ceritnya clara
x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar